Samarindaku
Maju . . . .
Samarinda, kota Tepian Mahakam,
kota yang dikelilingi aliran sungai,
ibukota Provinsi Kalimantan Timur dengan segala
keindahannya.
Sangat pontensial untuk
dijadikan kota pariwisata. Harusnya dengan
segala keindahan itu Samarinda
menjadi pusat pariwisata Nusantara,
bahkan Dunia.Tetapi malah sebaliknya, Kota Samarinda minim obyek
wisata. Kalau ada yang paling terkenal hanyalah Masjid Raya Islamic
Center, tetapi di Balikpapan lebih banyak, apalagi di Jawa yang merupakan
pusat wisata Nusantara. Ironis memang. Ibukota Provinsi Kalimantan
Timur minim tempat pariwisata. Samarinda jarang dikunjung oleh
wisatawan baik luar daerah maupun luar negeri.
Sebenarnya obyek wisata kota
Samarinda lumayan banyak, diantaranya
Kebun Raya Samarinda(KRS), wisata Air Terjun di Lempake, wahana air
Jessica Watrepark, Masjid Raya Islamic Center, Tepian Mahakam dan
masih banyak lagi. Seharusnya dengan luas wilayah 781 Kilometer persegi
Samarinda menjadi pusat wisata Nusantara, sayangnya pemerintah kota
sepertinya tidak melihat potensi tersebut. Oleh karena itu untuk memajukan
pariwisata Kota Samarinda pemerintah kota perlu melakukan revolusi
dalam sektor pariwisata kota Samarinda agar dapat bersaing dengan
kabupaten/kota Nusantara lainnya. Ada beberapa sektor yang harus
diperhatikan pemerintah kota Samarinda agar pariwisata Kota Samarinda
maju.
1. Fasilitas Pariwisata
Kota Samarinda
Inilah salah satu alasan
yang sangat jelas mengapa sektor
pariwisata kota Samarinda
kurang potensial. Minimnya fasilitas,
tempat dan wahana yang
kurang terawat, dan tidak tersediannya
tempat penginapan
menyebabkan wisata Kota Samarinda kurang
indah dan menarik.
Contoh kebun Raya Samarinda (KRS). Oleh
karena itu pemerintah Kota
Samarinda perlu menambah wahana
wahana baru untuk
mengatasi minimnya fasilitas. Sebagai
perbandingan saat saya
mengunjungi wisata JatimPark 2 Malang.
Disana setiap tahunnya
menambah satu atau dua wahana baru agar
pengunjung tidak merasa
jenuh, sedangkan Kebun Raya Samarinda
tidak melakukan inovasi
tersebut. Mengenai tempat dan wahana yang
kurang terawat
pemerintah kota Samarinda perlu memperketat dan
melakukan pembersihan
pada setiap wahana yang ada sehari sekali.
Seperti perbandingan
wisata JatimPark 2 saya kunjungi tempatnya
bersih dan wahananya
terawat, sedangankan Kebun Raya Samarinda
tempatnya berdebu dan
wahananya kurang kurang terawat. Untuk
masalah tempat
penginapan pemerintah perlu membangun fasilitas
penginpan di setiap
tempat obyek wisata, seperti wisata Air Terjun
Lempake. Dengan
dibangunnya tempat penginapan, wisatawan luar
daerah makin banyak
berkunjung menuju objek wisata Kota Samarinda
karena di dekat tempat
wisata ada tempat penginapan sehingga tidak
terlalu pusing mengenai
tempat penginapan.
2. Akses Jalan Menuju
Tempat Pariwisata
Salah satu penyebab
kurang potensialnya wisata Kota Samarinda
akses jalan sulit dan rusak parah. Seperti
obyek wisata Air Terjun
di
Lempake, kalau seandainya akses jalan menuju tempat wisata
tersebut
diperbaiki, akan lebih banyak para wisatawan yang akan
datang
menuju tempat tersebut. Oleh karena itu pemerintah Kota
Samarinda
perlu memperbaiki akses jalan menuju tempat wisata
tersebut.
Seperti objek wisata Pantai Manggar. Akses menuju tempat
wisata
tersebut mudah karena jalanan menuju tempat tersebut mulus
dan tidak rusak. Pemerintah Kota harus
memaksimalkan dana
APBD
untuk memajukan sektor pariwiasta Kota Samarinda.
