Jumat, 20 Januari 2012


Samarindaku Maju . . . .


Samarinda, kota Tepian Mahakam, kota yang dikelilingi aliran sungai,



ibukota  Provinsi Kalimantan Timur dengan segala keindahannya.

Sangat pontensial untuk dijadikan kota pariwisata. Harusnya dengan

segala keindahan itu Samarinda menjadi pusat pariwisata Nusantara, 


bahkan Dunia.Tetapi malah sebaliknya, Kota Samarinda minim obyek


wisata. Kalau ada yang paling terkenal hanyalah Masjid Raya Islamic


Center, tetapi di Balikpapan lebih banyak, apalagi di Jawa yang merupakan


pusat wisata Nusantara. Ironis memang. Ibukota Provinsi Kalimantan


Timur minim tempat pariwisata. Samarinda jarang dikunjung oleh


wisatawan baik luar daerah maupun luar negeri.

Sebenarnya obyek wisata kota Samarinda lumayan banyak, diantaranya


Kebun Raya Samarinda(KRS), wisata Air Terjun di Lempake, wahana air


Jessica Watrepark, Masjid Raya Islamic Center, Tepian Mahakam dan


masih banyak lagi. Seharusnya dengan luas wilayah 781 Kilometer persegi


Samarinda menjadi pusat wisata Nusantara, sayangnya pemerintah kota


sepertinya tidak melihat potensi tersebut. Oleh karena itu untuk memajukan


pariwisata Kota Samarinda pemerintah kota perlu melakukan revolusi


dalam sektor pariwisata kota Samarinda agar dapat bersaing dengan


kabupaten/kota Nusantara lainnya. Ada beberapa sektor yang harus


diperhatikan pemerintah kota Samarinda agar pariwisata Kota Samarinda


maju.

      1.      Fasilitas Pariwisata Kota Samarinda

       Inilah salah satu alasan yang sangat jelas mengapa sektor

       pariwisata kota Samarinda kurang potensial. Minimnya fasilitas,

       tempat dan wahana yang kurang terawat, dan tidak tersediannya

       tempat penginapan menyebabkan wisata Kota Samarinda kurang

       indah dan menarik. Contoh kebun Raya Samarinda (KRS). Oleh

       karena itu pemerintah Kota Samarinda perlu menambah wahana

       wahana baru untuk mengatasi minimnya fasilitas. Sebagai

       perbandingan saat saya mengunjungi  wisata JatimPark 2 Malang.

       Disana setiap tahunnya menambah satu atau dua wahana baru agar

       pengunjung tidak merasa jenuh, sedangkan Kebun Raya Samarinda

       tidak melakukan inovasi tersebut. Mengenai tempat dan wahana yang

       kurang terawat pemerintah kota Samarinda perlu memperketat dan

       melakukan pembersihan pada setiap wahana yang ada sehari sekali.

       Seperti perbandingan wisata JatimPark 2 saya kunjungi tempatnya

       bersih dan wahananya terawat, sedangankan Kebun Raya Samarinda

       tempatnya berdebu dan wahananya kurang kurang terawat. Untuk

       masalah tempat penginapan pemerintah perlu membangun fasilitas

       penginpan di setiap tempat obyek wisata, seperti wisata Air Terjun

       Lempake. Dengan dibangunnya tempat penginapan, wisatawan luar

       daerah makin banyak berkunjung menuju objek wisata Kota Samarinda

       karena di dekat tempat wisata ada tempat penginapan sehingga tidak

       terlalu pusing mengenai tempat penginapan.

      2.     Akses Jalan Menuju Tempat Pariwisata

      Salah satu penyebab kurang potensialnya wisata Kota Samarinda                      
     
      akses jalan sulit dan rusak parah. Seperti obyek wisata Air Terjun
      
      di Lempake, kalau seandainya akses jalan menuju tempat wisata
      
      tersebut diperbaiki, akan lebih banyak para wisatawan yang akan
      
      datang menuju tempat tersebut. Oleh karena itu pemerintah Kota
      
      Samarinda perlu memperbaiki akses jalan menuju tempat wisata 
      
      tersebut. Seperti objek wisata Pantai Manggar. Akses menuju tempat
      
      wisata tersebut mudah karena jalanan menuju tempat tersebut mulus
      
      dan tidak rusak. Pemerintah Kota harus memaksimalkan dana
      
      APBD untuk memajukan sektor pariwiasta Kota Samarinda.